Penggunaan Media Baru untuk Komunikasi Politik Pemerintah di Sumatera Barat

Yayuk Lestari, Diny Amenike, Alna Hanana, Latifah Gusri

Abstract


Aktivitas lewat internet terutama di new media bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Masyarakat biasa bisa ikut terlibat terhadap public discourse yang sedang dibicarakan. Public participation di new media bisa mendorong cyber democracy, agar demokrasi ini bisa berjalan dengan baik dan efektif maka sangat penting untuk menyusun strategi dan model penggunaan dan adopsi teknologi dalam masyarakat agar bisa memberikan dampak yang lebih signifikan dari public participation di new media. Tulisan ini merupakan preliminary result untuk melihat dinamika penggunaan media baru seperti media sosial dan web sebagai sarana komunikasi politik antara pemerintah dan masyarakat di Sumatera barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif diikuti pendekatan kuantitatif sebagai data tambahan, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Web Pemprov Sumbar masih menjadikan media baru sebagai ajang pencitraan image institusi dibandingkan member informasi kepada publik. Satu sisi lain semakin tumbuhnya angka penetrasi internet di Indonesia, memunculkan tuntutan dari masyarakat agar pemerintah bisa menggunakan media baru untuk penyaluran informasi publik. Aktor politik non negara sebagai bagian dari komunikasi politik turut memanfaatkan media baru untuk menyalurkan ide dan aktivitas mereka.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.120

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi



 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats